Seperti Apa Ciri-Ciri Anemia Itu? Kenali Berikut Ini!

Seperti Apa Ciri-Ciri Anemia Itu? Kenali Berikut Ini!

Anemia merupakan salah satu penyakit serius yang harus diwaspadai. Karena itu, kenali ciri-cirinya. Seperti Apa Ciri-Ciri Anemia Itu? Kenali Berikut Ini! Tapi sebelumnya kita juga harus mengenal lebih dulu apa itu penyakit anemia. Simak pembahasannya berikut ini!

Seperti Apa Ciri-Ciri Anemia Itu? Kenali Berikut Ini!

Anemia adalah salah satu kelainan (disorder) berkaitan dengan darah yang paling banyak terjadi. Di Amerika Serikat sendiri, data dari National Heart, Lung, and Blood Institue mencatat ada 3 juta orang yang mengalami anemia. Anemia berasal dari Yunani ‘an’ yang berarti tanpa, dan ‘haima’ yang berarti darah. Anemia didefinisikan oleh World Health Organisation (WHO) sebagai suatu kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kemampuannya untuk mengangkut oksigen tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh.

Berbicara tentang anemia memang erat kaitannya dengan sel darah merah, hemoglobin, dan oksigen. Sel darah merah mengangkut hemoglobin, suatu protein yang mengikat oksigen. Hemoglobin di sel darah merah inilah yang bertugas mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, sebab oksigen adalah bahan bakar utama agar sel-sel tubuh dapat bekerja.

Secara medis, diagnosis anemia diberikan jika kadar hemoglobin dalam darah kurang dari 13,5 g/dL untuk pria dewasa atau 12 g/dL untuk wanita dewasa. Untuk bayi dan balita sendiri, kadar normal hemoglobin tergantung dari usia. Ada bermacam-macam tipe anemia berdasarkan penyebabnya. Karena penyebabnya berbeda-beda, maka penanganannya pun berbeda pula. Ini dia tipe-tipe anemia yang umum dijumpai, serta cara penanganan yang biasanya dilakukan untuk masing-masing tipe anemia tersebut!

Lalu seperti apa ciri-ciri penyakit anemia itu? Berikut inilah ciri-ciri atau gejala anemia yang harus anda ketahui, di antaranya :

  • Terlihat pucat

Jika anda tidak memiliki sel darah merah yang sehat untuk memberikan oksigen pada organ tubuh anda, maka hal ini menyebabkan kulit anda terlihat tidak sehat. Tanpa zat besi, tidak ada suplai darah yang cukup ke kulit, dan membuat kulit anda terlihat pucat.

  • Mudah lelah

Menurut Dr. Andrew Artz yang merupakan seorang Profesor Ilmu Kedokteran di Universitas Chicago mengatakan bahwa kelelahan disebabkan karena tidak cukupnya zat besi atau vitamin B12, sehingga asupan oksigen untuk bahan bakar yang diperlukan tubuh menjadi berkurang. Akibatnya membuat tubuh jadi mudah lelah.

  • Sesak napas dan sering pusing

Tanpa adanya zat besi atau vitamin B12, tubuh tidak akan mampu memproduksi hemoglobin, yang berfungsi mengikat oksigen. Hemoglobin sangat kaya akan zat besi yang menjadikan darah berwarna merah, dan memungkinkan oksigen untuk berikatan dengan sel.

Jika tubuh tidak memiliki cukup zat besi atau vitamin B12 untuk menciptakan jumlah hemoglobin yang memadai, beberapa bagian tubuh tidak akan menerima oksigen yang dibutuhkan. Oleh karena itu, hal ini membuat anda mudah kehabisan atau sesak napas, dan pusing, karena terlalu sedikit oksigen yang ada di kepala.

  • Dada terasa sakit

Saat tubuh hanya ada lebih sedikit sel darah merah sehat yang beredar, maka jantung harus bekerja lebih keras untuk mengedarkannya ke seluruh tubuh. Akibatnya, jantung akan berdetak lebih cepat dari biasanya dan anda mungkin mulai merasakan nyeri atau sakit pada bagian dada.

  • Tangan dan kaki terasa dingin

Tidak cukupnya sel darah merah yang sehat dalam tubuh membuat tangan dan kaki anda terasa dingin. Hal ini disebabkan karena sel darah merah membantu mengirimkan panas dan nutrisi ke sel-sel lainnya, jadi jika anda kekurangan sel darah merah yang sehat, maka tangan dan kaki anda akan terasa dingin.

  • Mual-mual

Salah satu gejala yang juga dapat dialami seseorang sebagai ciri-ciri anemia adalah mual-mual. Mual tersebut biasanya dialami oleh penderita anemia di pagi hari, ketika bangun dari tidur.

Seperti Apa Ciri-Ciri Anemia Itu? Kenali Berikut Ini! Seperti telah disebutkan dan dijelaskan di atas. Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan dan membantu anda dalam mewaspadai penyakit anemia ini. Jika anda mengalami salah satu gejala di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk memastikannya!

Posted by : Admin CARA MENGHILANGKAN BERCAK PUTIH

 

Baca artikel menarik lainnya :

Seperti Ciri-Ciri Penyakit Kista Ovarium? Ini Dia

Seperti Ciri-Ciri Penyakit Kista Ovarium? Ini Dia

Kista ovarium merupakan salah satu penyakit yang sangat mengganggu sekali bagi wanita. Seperti Ciri-Ciri Penyakit Kista Ovarium? Ini Dia bisa kita simak bersama-sama dalam pembahasan berikut ini!

Mengenal Terlebih Dahulu Apa Itu Kista Ovarium

Seperti Ciri-Ciri Penyakit Kista Ovarium? Ini Dia

Kista ovarium adalah sejenis penyakit yang menyerang berupa kantung kecil yang berisi cairan dan kemudian berkembang di dalam ovarium (indung telur) wanita. Umumnya dapat menimbulkan masalah antara lain  nyeri haid, kista pecah, perdarahan, hingga penyakit serius, seperti terlilitnya batang ovarium, gangguan kehamilan, infertilitas dan bahkan kanker endometrium. Lalu seperti apa ciri-ciri kista ovarium ini? Berikut ini daftarnya.

  • Nyeri panggul

Nyeri panggul atau nyeri punggung bagian bawah adalah salah satu gejala atau ciri-ciri penyakit kista ovarium yang biasa terjadi. Saat gejala ini terjadi, biasanya kista ovarium sudah tumbuh menekan area sekitarnya sehingga menimbulkan rasa nyeri yang cukup hebat. Namun jika kista ovarium masih utuh, maka nyeri yang timbul biasanya ringan.

  • Perut membesar

Perut yang membesar memang dapat terjadi akibat timbunan lemak. Tapi selain itu, perut yang membesar juga dapat disebabkan oleh hal lain, termasuk kista ovarium. Kista ovarium yang tumbuh besar menyita ruang di perut dan menyebabkan perut terasa ditekan dan terasa penuh, sehingga terlihat bengkak dan mengembung. Gejala ini sering kali diabaikan wanita, karena perut bengkak umumnya hal biasa akibat salah pencernaan atau makan terlalu banyak.

Jika perut membesar hingga lebih dari 3 minggu, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

  • Nyeri saat berhubungan seksual

Kista ovarium tumbuh di bagian tubuh yang ‘padat’, sehingga tekanan yang dihasilkan menyebabkan nyeri hebat di area perut atau panggul. Akibatnya, jika ukuran kista ovarium semakin membesar, maka penetrasi yang paling minim sekalipun akan terasa nyeri atau menyakitkan. Gejala ini sangat perlu diwaspadai oleh para wanita, karena ini juga bisa menjadi pertanda kanker ovarium. Sebaiknya segera periksakan ke dokter jika mengalami gejala seperti ini.

  • Sering buang air kecil

Ciri-ciri kista ovarium lainnya adalah frekuensi buang air kecil yang meningkat atau sering merasa ingin buang air kecil. Hal ini dikarenakan membesarnya kista ovarium turut menekan kandung kemih sehingga mengurangi kapasitas penampungannya. Saat buang air kecil pun penderitanya mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengosongkan kandung kemihnya, sehingga rasanya buang air kecil tidak bisa tuntas. Gejala ini bisa juga disertai rasa sakit dan sensasi terbakar.

  • Menstruasi tidak normal

Tiba-tiba mengalami menstruasi tidak normal, menstruasi yang sangat menyakitkan, dan menstruasi yang mengeluarkan banyak darah juga bisa jadi gejala atau ciri-ciri kista ovarium. Selain itu, nyeri panggul bisa dirasakan sebelum atau sesudah menstruasi. Pendarahan hebat dapat memicu anemia.

  • Sakit saat buang air besar

Ciri-ciri kista ovarium selanjutnya adalah sakit saat buang air besar atau BAB. Nyeri yang datangnya tiba-tiba tersebut terjadi karena kista ovarium yang besar menekan lambung, usus, dan juga saluran kemih. Jika sakit yang dirasakan tidak kunjung hilang, sering, dan datang tiba-tiba, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

  • Mual atau muntah

Mual atau muntah mungkin menjadi hal biasa apalagi saat hamil, yang diketahui karena morning sickness. Tapi ternyata, mual muntah juga bisa disebabkan adanya kista ovarium. Sayangnya, mual atau muntah ini seringkali merupakan gejala yang menunjukkan kista ovarium ruptur atau pecah. Gejala ini terjadi jika cairan dari kista masuk ke dalam perut mengiritasi lapisan dinding peritoneum, sehingga menyebabkan radang yang kemudian menimbulkan sensasi mual, dan beberapa wanita juga mengalami muntah.

  • Pendarahan

Ketika kista ovarium pecah, dan darah atau sisa cairan kista tersebut tadi masuk ke dalam perut, itu dapat keluar dari tubuh melalui vagina. Tapi karena kista ovarium sering kali pecah saat menstruasi, maka para wanita kebanyakan tidak menyadarinya dan menganggapnya sebagai darah menstruasi biasa. Namun jika pendarahan vagina disertai dengan nyeri panggul yang hebat, maka kemungkinan itu gejala kista ovarium, dan sebaiknya segera periksakan ke dokter.

  • Payudara sensitif

Selain gejala mual dan muntah, penderita kista ovarium juga bisa mengalami gejala payudara sensitif seperti saat sedang hamil. Gejala seperti ini dapat disertai dengan menstruasi yang tidak teratur. Kista ovarium dapat muncul karena perubahan hormon dalam tubuh, dan perubahan hormon dalam tubuh juga dapat menyebabkan payudara sensitif.

  • Gangguan makan

Wanita yang menderita kista ovarium biasanya juga mengalami gangguan makan. Gejalanya bisa berupa berkurangnya nafsu makan, atau mudah kenyang meski makan sedikit. Hal itu terjadi karena jika kista ovarium berukuran besar, maka akan memengaruhi proses pencernaan karena tidak tersedia lagi ruang yang cukup untuk menampung makanan, sehingga nafsu makan jadi berkurang. Gejala seperti ini bahkan bisa disebabkan oleh penyakit yang lebih serius, seperti kanker ovarium.

Seperti Ciri-Ciri Penyakit Kista Ovarium? Ini Dia seperti sudah dijelaskan di atas. Jadi, bagi para wanita yang mengalami gejala-gejala seperti disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk memastikannya. Dan waspadai komplikasi yang bisa ditimbulkan dari penyakit kista ovarium ini. Untuk itu, segera lakukan penanganan kista ovarium sebelum terlambat!

Posted by : Admin CARA MENGHILANGKAN BERCAK PUTIH

 

Baca artikel menarik lainnya :

Inilah Ciri-Ciri Penyakit Campak Yang Harus Diwaspadai

Inilah Ciri-Ciri Penyakit Campak Yang Harus Diwaspadai

Campak merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak. Inilah Ciri-Ciri Penyakit Campak Yang Harus Diwaspadai. Dan buat para orang tua, waspadalah dengan penyakit campak ini yang bisa menyerang anak anda. Begitu juga dengan orang dewasa maupun orang tua, karena penyakit campak ini tidak hanya bisa menyerang anak-anak saja, tapi juga orang dewasa.

Inilah Ciri-Ciri Penyakit Campak Yang Harus Diwaspadai

Campak sering kali membuat khawatir banyak orang, terutama bagi mereka yang belum pernah merasakannya. Campak atau tampek (Jawa) merupakan infeksi virus yang menyebabkan timbulnya ruam pada kulit. Penyakit ini sangat menular. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada. Campak biasa menyerang pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

Campak atau tampek disebabkan oleh infeksi virus paramixovirus yang hidup dan menyebar melalui udara. Namun, jenis penyakit ini sering pula disebut sebagai rubeola atau campak merah. Anda perlu waspada terhadap penderita campak karena sifatnya sangat agresif atau mudah menyebar.

Sebaiknya, hindari dulu kontak langsung dengan penderita campak untuk sementara waktu. Terlebih saat mereka sedang bersin atau batuk. Cairan atau lendir yang keluar dari tubuh penderita akan menyebar di udara dan menginfeksi setiap orang yang menghirupnya.

Sekalipun saat bersin atau batuk anda telah menghindar, tetapi virus ini  dapat bertahan di berbagai permukaan objek selama beberapa jam. Maka dari itu, penyakit ini lebih mudah menginfeksi balita dan orang dengan kondisi sistem imun yang lemah, terutama orang-orang yang belum pernah terinfeksi campak.

Apabila penderita mengalami komplikasi, akan berdampak sangat serius pada kesehatan. Komplikasi tersebut dapat berupa radang telinga, bronchitis, infeksi paru-paru, hingga infeksi otak. Berhati-hatilah jika anda memiliki bayi berusia di bawah 1 tahun dan terkena penyakit campak. Sebab, risiko komplikasinya jauh lebih besar ketimbang usia dewasa. Hal ini disebabkan sistem imun bayi masih lemah.

Selain itu, anak-anak, orang dewasa dengan penyakit kronis, dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah juga perlu waspada akan penyakit ini. Pasalnya, risiko komplikasi serius juga dapat dialami oleh mereka. Meski begitu, sebaiknya semua orang tetap harus waspada terhadap penyakit campak.

Lalu seperti apa ciri-ciri penyakit campak ini?

Melihat dampak penyakit campak yang bisa mengancam kesehatan dengan serius, karenanya anda harus mampu mengenali ciri-ciri penyakit campak, agar dapat mempercepat proses penyembuhan penyakit ini. Ciri-ciri penyakit campak yang umumnya sering dirasakan oleh penderitanya antara lain :

  • Demam tinggi.
  • Mulut dan bibir kering.
  • Radang tenggorokan.
  • Sakit kepala.
  • Menurunnya selera makan.
  • Perut terasa perih dan mual.
  • Muncul bercak merah di mulai dari bagian wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Perlu diketahui, ruam campak muncul paling lambat empat hari setelah gejala pertama muncul, dan bertahan sekitar tujuh hari. Awalnya akan muncul dari belakang telinga, kemudian menyebar ke kepala dan leher, hingga akhirnya ke seluruh tubuh. Bercak-bercak yang tadinya berukuran kecil akan membesar dengan cepat, hingga pada akhirnya menyatu.

Inilah Ciri-Ciri Penyakit Campak Yang Harus Diwaspadai yang sudah disebutkan di atas. Untuk itu, waspadai ciri-ciri penyakit campak di atas, dan segeralah periksakan diri ke dokter jika anak anda ataupun anda sendiri mengalami gejala seperti ciri-ciri penyakit campak tersebut.

Posted by : Admin CARA MENGHILANGKAN BERCAK PUTIH

 

Baca artikel menarik lainnya :

Ketahuilah Ciri-Ciri Penyakit ISPA Pada Anak!

Ketahuilah Ciri-Ciri Penyakit ISPA Pada Anak!

Penyakit ISPA merupakan salah satu penyakit yang cukup sering dijumpai. Untuk itu, Ketahuilah Ciri-Ciri Penyakit ISPA Pada Anak! Karena penyakit ini cukup serius dan perlu mendapat penanganan segera. Simak saja pembahasannya berikut ini!

Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini, berbagai penyakit mudah berkembang dan menular. Tidak hanya itu, kewaspadaan terhadap suatu penyakit pun menjadi sulit dilakukan karena untuk memperkirakan datangnya penyakit biasanya dideteksi bersama dengan musim yang terjadi. Misalnya saja penyakit ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut, penyakit ini biasanya banyak terjadi di pergantian musim panas ke hujan atau sebaliknya. Namun, jika pergantian musim saja tidak dapat diketahui secara pasti maka Anda pun menjadi sulit untuk mendeteksi penyakit ISPA yang dialami. Untuk itu, Anda perlu mengenal ciri-ciri penyakit ISPA secara pasti, terutama ciri-ciri penyakit ISPA pada anak. Selain karena ciri-ciri penyakit ISPA yang tidak jauh berbeda dengan penyakit pada umumnya, anak-anak atau bayi masih belum bisa menjelaskan dengan tepat rasa sakit yang dialaminya.

Ciri-Ciri Penyakit ISPA Pada Anak dan Bayi

Penyakit ISPA mudah menyerang anak-anak karena sistem daya tahan tubuhnya belum terbentuk dengan baik. Meski penyakit ini tidak terlalu berbahaya, jika penanganannya terlambat dapat memicu penyakit lain seperti pneumonia. Ketahui ciri-ciri penyakit ISPA pada anak dan bayi sejak dini agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Gejala Awal Penyakit ISPA

Pada anak, biasanya gejala awal yang terjadi tidak berbeda dengan penyakit yang biasa di alami. Gejala awal penyakit ISPA pada anak yang terlihat, seperti :

  • Pilek.
  • Batuk kering.
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Berkurangnya nafsu makan.

Dari gejala di atas, Anda bisa memberikan penanganan pertama yang biasa dilakukan seperti mengompres, memberikan paracetamol, dan memberikan konsumsi air yang cukup pada anak. Namun, jika daya tahan tubuh anak dalam keadaan baik, gejala awal tersebut bisa sembuh dengan sendirinya tanpa diberikan pengobatan tertentu. Namun, apabila dibiarkan dan tidak kunjung sembuh maka biasanya selang 2 sampai 3 hari kemudian, gejala tersebut akan memburuk yang ditandai dengan :

  • Batuk yang dialami akan semakin parah dan intensitasnya meningkat, terlebih di malam hari.
  • Napas menjadi semakin berat dan cepat.
  • Detak jantung juga menjadi lebih cepat dari biasanya.
  • Tidak hanya berkurang nafsu makan, anak bahkan akan menolak makanan yang diberikan.

Dari gejala di atas, seharusnya Anda sudah melakukan tindakan serta perawatan yang tepat untuk menangani penyakit ISPA yang dialami anak Anda. Segera periksakan ke dokter jika gejala  tersebut menjadi lebih parah yang ditandai dengan :

  • Tidak mau atau hanya sedikit mengonsumsi makanan serta minuman selama 24 jam.
  • Terlihat adanya tanda dehidrasi, seperti bibir kering dan tidak buang air kecil selama 6 jam.
  • Suhu tubuh meningkat hingga 38 derajat Celsius hingga tubuh anak menjadi menggigil.
  • Susah untuk bernapas.
  • Kondisi tubuh sangat lemas.

Jangan tunda lagi untuk membawa ke dokter jika ciri-ciri penyakit ISPA pada anak dan bayi di atas terjadi. Penanganan yang cepat dan tepat dapat menghindarkan anak dari ancaman penyakit lain yang lebih berbahaya, seperti pneumonia dan radang paru-paru akut. Sebaiknya, Anda sudah menyadari gejala ini ketika tubuh Si Kecil memberikan tanda-tanda yang tidak baik. Sediakan pula selalu obat-obatan yang harus ada di kotak obat Anda agar bisa langsung diberikan ke anak ketika gejala suatu penyakit muncul. Tindakan pencegahan penyakit ISPA juga jauh lebih baik untuk dilakukan dengan memastikan waktu istirahat anak yang cukup, konsumsi nutrisi yang seimbang, serta konsumsi air yang cukup.

Ketahuilah Ciri-Ciri Penyakit ISPA Pada Anak! yang sudah disebutkan di atas. Jika anda mengalami hal yang serupa dengan ciri-ciri penyakit ISPA di atas, segeralah periksakan ke dokter agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Posted by : Admin CARA MENGHILANGKAN BERCAK PUTIH

Baca artikel menarik lainnya :

Seperti Apa Ciri-Ciri Penyakit Liver? Simak Berikut Ini!

Seperti Apa Ciri-Ciri Penyakit Liver? Simak Berikut Ini!

Penyakit liver merupakan istilah yang digunakan saat hati mengalami gangguan. Seperti Apa Ciri-Ciri Penyakit Liver? Simak Berikut Ini! Yang akan membahas mengenai ciri-ciri awal dari penyakit liver yang harus anda ketahui dan harus anda waspadai.

Seperti Apa Ciri-Ciri Penyakit Liver? Simak Berikut Ini!

Apa sih penyakit liver itu sebenarnya? Penyakit liver adalah penyakit yang disebabkan oleh berbagai faktor yang merusak hati, seperti virus dan penggunaan alkohol. Seiring waktu, kerusakan hati akan berdampak pada luka di jaringan atau sirosis, yang dapat menyebabkan kegagalan fungsi hati, di mana kondisi ini sangat mengancam jiwa.

Hati sendiri adalah organ yang bekerja paling keras di dalam tubuh manusia. Ogran ini berukuran seperti bola, letaknya berada tepat di bawah tulang rusuk di perut kanan atas anda. Organ ini terdiri dari 2 bagian, yakni lobus kiri dan lobus kanan. Organ ini memiliki peranan penting untuk mencerna makanan, menyingkirkan tubuh dari zat beracun, serta menyimpan cadangan energi bagi tubuh untuk digunakan bila diperlukan.

Dengan peranannya yang sangat penting dalam tubuh manusia, tentu bila ada gangguan pada organ hati akan menjadi masalah yang cukup serius, termasuk penyakit liver. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui seperti apa ciri-ciri atau gejala dari penyakit ini, agar kehadirannya bisa dideteksi sehingga bisa segera ditangani sebelum terlambat.

Dan berikut ini adalah ciri-ciri awal penyakit liver yang perlu anda ketahui dan harus anda waspadai, di antaranya adalah :

  • Mual dan muntah

Mual dan muntah merupakan salah satu ciri-ciri umum yang dapat terjadi pada penderita penyakit liver. Gejala ini terjadi setelah anda mengonsumsi makanan. Gejala ini pun dapat terjadi saat perut anda tidak terisi makanan sekalipun.

  • Nafsu makan menurun

Apabila anda merasakan bahwa nafsu makan tidak seperti biasanya dan bahkan sering tidak nafsu makan, anda perlu curiga terhadap kondisi ini khususnya jika di hari biasa nafsu makan anda cukup besar. Nafsu makan yang menurun memang tidak melulu dianggap sebagai gejala dari penyakit liver, tapi kemungkinan tetap selalu ada, apalagi jika anda menemukan kejanggalan awal lainnya.

  • Nyeri perut

Ciri-ciri penyakit liver lainnya adalah nyeri perut. Nyeri perut itu menyerang bagian atas. Saat anda merasakan nyeri perut bagian atas bisa jadi hati anda mengalami masalah seperti pembengkakan. Pembengkakan hati akan membuat penderitanya merasakan nyeri perut bagian atas.

  • Perut buncit dan keras

Inilah salah satu faktor yang membuat nafsu makan menurun, yaitu perut yang tiba-tiba membuncit dan bahkan saat ditekan pun akan terasa keras. Pemicunya adalah adanya pembengkakan di bagian hati yang kemudian terjadi penekanan berat yang ada di bagian diafragma. Pembengkakan ini terjadi disebabkan oleh cairan empedu yang menumpuk, akibat kinerja liver yang terganggu. Penekanan berat di bagian diafragma yang menjadikan rasa sakit muncul saat mengambil napas dan menghela napas. Kontraksi pada bagian hati harus diwaspadai dan periksakan ke dokter apabila sudah ada gejala semacam ini.

  • Perut terasa penuh

Penderita liver biasanya akan merasakan perutnya terasa penuh. Hal itu akibat penumpukan cairan yang telah terjadi di perut dan pembengkakan di hati yang membuat perut terasa penuh. Gejala ini jika tidak diperhatikan dengan baik bisa membuat orang salah kaprah. Mungkin gejala ini akan dikira sebagai penyakit maag. Oleh karena itu, anda perlu mencermati setiap gejala yang anda rasakan. Jika anda merasakan perut terasa penuh padahal perut belum terisi apapun, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk dikonsultasikan.

  • Berat badan menurun

Berat badan menurun jelas bukan hal yang aneh, karena seperti disebutkan sebelumnya, penderita liver akan mengalami penurunan nafsu makan. Penderita liver memang banyak yang berat badannya menurun secara drastis. Hal itu akibat kebutuhan tubuh akan makanan dan minuman tidak tercukupi dengan baik.

  • Mudah lelah

Penderita liver juga mudah lelah, karena penurunan kadar gula secara drastis di dalam tubuhnya membuat diri penderita liver mudah lelah, lesu dan tidak bersemangat. Penyebabnya adalah ketika saluran pencernaan tidak bisa bekerja dengan baik, dia tidak mampu memecah glukosa yang ada di dalam darah, sehingga menyebabkan tubuh mengalami penurunan glukosa. Kondisi tersebut juga diperparah dengan menurunnya nafsu makan. Ketika nafsu makan berkurang, maka asupan glukosa yang masuk ke dalam tubuh akan berkurang, sehingga tubuh akan lesu, lemas dan lunglai.

  • Warna urin berubah

Ketika anda mendapati warna urin anda tidak seperti biasanya, maka itu bisa menjadi pertanda ada masalah yang terjadi dengan kesehatan anda, salah satunya adalah penyakit liver. Penyakit liver ini bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah virus dan juga bakteri. Nah, virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit liver bisa membuat penderita liver akan mengalami urin yang berwarna keruh. Hal itu menjadi pertanda bahwa organ hati bekerja dengan tidak baik.

  • Tinja berwarna pucat atau bahkan bercampur darah

Tinja berwarna cokelat atau bahkan bisa bercampur dengan darah pada penderita liver. Itu terjadi ketika saluran pencernaan mengalami masalah. Saluran pencernaan tidak memiliki cairan empedu untuk memecah lemak dan memecah makanan. Dan hal itulah yang menyebabkan tinja berwana pucat bahkan bisa bercampur dengan darah.

  • Tubuh menjadi kuning

Pada banyak kasus, penyakit liver sering menyebabkan tubuh penderitanya menjadi kuning. Di mana bagian tubuh yang menguning di antaranya adalah kulit dan putih mata. Ini menjadi ciri-ciri penyakit liver yang mudah dikenali. Dan penyebab tubuh menguning sendiri adalah kadar bilirubin hati yang tinggi. Bilirubin sendiri adalah zat sisa yang bisa dihasilkan ketika terjadi penguraian sel darah merah.

  • Kulit terasa gatal

Penderita liver biasanya akan merasakan gatal, namun berbeda dengan gatal pada umumnya. Di mana penderita liver akan merasakan gatal-gatal setiap hari dan tidak akan pernah hilang sepanjang waktu. Gatal pada penderita liver sendiri disebabkan oleh peningkatan dan penumpukan kadar bilirubin yang sudah sampai ke kulit.

Dan masih banyak lagi ciri-ciri penyakit liver yang harus anda ketahui dan harus anda waspadai, di antaranya adalah :

  • Buang air besar tidak lancar.
  • Sering buang air kecil.
  • Perubahan suasana hati.
  • Gangguan pencernaan.
  • Perut kembung.
  • Kuku menjadi melengkung.
  • Mudah memar.
  • Kerusakan kulit.
  • Sakit kepala.
  • Bau badan.
  • Bau mulut.
  • Anemia.
  • Dehidrasi.
  • Mimisan.
  • Diare.
  • Keputihan.

Itulah ciri-ciri atau gejala dari penyakit liver yang harus anda waspadai. Dan demikian pembahasan mengenai “Seperti Apa Ciri-Ciri Penyakit Liver? Simak Berikut Ini!”. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa membantu.

Posted by : Admin CARA MENGHILANGKAN BERCAK PUTIH

 

Baca artikel menarik lainnya :

Ladies, Ketahui Ciri-Ciri Penyakit Endometriosis Berikut Ini!
Ladies, Ketahui Ciri-Ciri Penyakit Endometriosis Berikut Ini!

Seperti Apakah Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis Itu?
Seperti Apakah Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis Itu?

Waspadalah Dengan Ciri-Ciri Penyakit Tumor Otak!
Waspadalah Dengan Ciri-Ciri Penyakit Tumor Otak!

Ternyata Diabetes Juga Bisa Mempengaruhi Vitiligo
Ternyata Diabetes Juga Bisa Mempengaruhi Vitiligo

Apakah Kista Ovarium Bisa Berubah Menjadi Kanker?

Ladies, Ketahui Ciri-Ciri Penyakit Endometriosis Berikut Ini!

Ladies, Ketahui Ciri-Ciri Penyakit Endometriosis Berikut Ini!

Ladies, Ketahui Ciri-Ciri Penyakit Endometriosis Berikut Ini! Kali ini kita akan membahas mengenai ciri-ciri penyakit endometriosis yang menjadi salah satu penyakit yang sangat mengganggu kaum wanita meski tidak berbahaya dan mematikan. Mari simak pembahasan lengkapnya berikut ini!

Ladies, Ketahui Ciri-Ciri Penyakit Endometriosis Berikut Ini!

Endometriosis berasal dari kata endometrium, yaitu jaringan yang melapisi dinding rahim. Penyakit endometriosis ini merupakan sebuah penyakit di mana endometrium tumbuh di luar rahim. Lokasi tumbuhnya beragam, bisa di ovarium, di tuba falopi, di jaringan yang menunjang uterus, di daerah antara vagina dan rektum, bahkan bisa juga di kandung kemih.

Endometriosis bisa mengakibatkan terjadinya kista pada ovarium yang disebut kista endometrioma. Jika itu terjadi, jaringan di sekitarnya bisa ikut cedera dan membentuk jaringan parut, yang akibatnya membuat organ lengket dan saling menempel.

Endometriosis juga dapat menyebabkan masalah kesuburan pada wanita, serta sakit luar biasa saat haid. Penyakit ini juga bisa mempengaruhi indung telur, usus, serta jaringan pada tulang panggul. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui seperti apa gejala atau ciri-ciri penyakit endometriosis ini.

Nah buat para wanita, berikut ini adalah beberapa gejala atau ciri-ciri penyakit endometriosis yang harus anda ketahui dan harus anda waspadai, di antaranya adalah :

  • Sakit yang luar biasa saat haid

Jika anda menderita penyakit ini, anda akan mengalami sakit yang luar biasa saat haid. Dan sakitnya tidak berkurang meski sudah minum obat. Rasa sakitnya juga bisa menyebar hingga ke punggung dan menyebabkan kram parah di perut hingga membuat anda tidak sanggup untuk bergerak sama sekali. Biasanya, sakit yang luar biasa ini akan muncul sebelum haid hingga beberapa hari setelah haid.

  • Sakit saat buang air kecil dan buang air besar

Endometriosis terkadang mempengaruhi sistem sekresi di usus. Akibatnya, terjadi pembengkakan di area usus dan kandung kemih. Dan hal tersebut membuat anda merasakan sakit saat buang air kecil maupun buang air besar. Endometriosis juga bisa menyebabkan sembelit dan diare disertai darah pada urin dan juga feses.

  • Sakit saat berhubungan seksual

Pengidap endometriosis juga bisa merasakan sakit saat berhubungan seksual. Sakit ini bergantung pada letak endometriosis. Jika endometriosis terjadi di belakang vagina dan di bagian terendah rahim yang mempengaruhi saraf atau ikatan di rahim, penderitanya akan mengalami sakit luar biasa saat penetrasi seksual. Sementara pada kasus yang parah, penderita bisa merasakan sakit meski sudah selesai berhubungan seksual, bahkan hingga beberapa hari setelahnya.

  • Perdarahan

Endometriosis bisa menyebabkan penderitanya mengalami perdarahan hebat saat haid. Seringkali, darah yang keluar mengandung gumpalan sehingga anda terpaksa mengganti pembalut lebih sering karena banyaknya darah yang keluar. Selain itu, perdarahan juga bisa terjadi di luar haid.

  • Mual dan mudah merasa lelah

Pengidap endometriosis juga mengalami gejala berupa kelelahan luar biasa dan rasa mual hingga muntah-muntah sebelum haid datang.

  • Subfertilitas atau susah hamil

Menurut sebuah penelitian, endometriosis bisa mempengaruhi kesuburan seorang wanita. Sering terjadi, seorang wanita tidak tahu bahwa dirinya menderita penyakit ini hingga ia menyadari bahwa dirinya susah hamil dan memeriksakan diri ke dokter.

Itulah beragam gejala atau ciri-ciri penyakit endometriosis yang harus anda ketahui. Selain itu, gejala endometriosis yang bisa terjadi adalah :

  • Sakit yang luar biasa pada perut bagian bawah.
  • Sakit di sekitar pinggul.
  • Sakit di bagian punggung.
  • Gangguan pencernaan seperti perut kembung, diare, sembelit, dan mual terutama pada saat haid.

Ciri-ciri alias gejala penyakit endometriosis ini sebenarnya bervariasi tergantung pada letak di mana tumbuhnya jaringan endometrium, misalnya di ovarium, dinding luar rahim, atau vagina. Sehingga perlu diketahui bahwa dampak endometriosis berbeda-beda pada tiap penderitanya. Karena itu, sangat penting memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala di atas.

Jadi Ladies, Ketahui Ciri-Ciri Penyakit Endometriosis Berikut Ini! yang sudah disebutkan di atas. Nah, untuk itu buat anda para wanita, kenalilah gejala-gejala atau ciri-ciri penyakit endometriosis di atas, agar jika suatu saat anda mengalami hal serupa, anda bisa segera memeriksakannya ke dokter.

Semoga informasinya bermanfaat dan membantu, aamiin.

Posted by : Admin CARA MENGHILANGKAN BERCAK PUTIH

 

Baca artikel menarik lainnya :

Seperti Apakah Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis Itu?
Seperti Apakah Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis Itu?

Waspadalah Dengan Ciri-Ciri Penyakit Tumor Otak!
Waspadalah Dengan Ciri-Ciri Penyakit Tumor Otak!

Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Leukimia Pada Anak?
Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Leukimia Pada Anak?

Waspadai Ciri-Ciri Kanker Serviks Berikut Ini !
Waspadai Ciri-Ciri Kanker Serviks Berikut Ini !

Faktor Apa Saja Yang Meningkatkan Risiko Terkena Kista Ovarium?

Seperti Apakah Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis Itu?

Seperti Apakah Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis Itu?

Anda harus tau Seperti Apakah Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis Itu? Sebab dengan begitu, anda bisa sigap saat mengalami hal serupa dengan ciri-ciri penyakit tersebut dengan langsung memeriksakannya ke dokter agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk itu, simak pembahasannya berikut ini!

Seperti Apakah Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis Itu?

Mengetahui ciri-ciri penyakit hepatitis memang sangat penting bagi semua orang. Karena penyakit ini memang menjadi sebuah ancaman bagi siapapun. Bayi, remaja, dewasa, orang tua, pria maupun wanita, semua bisa terkena penyakit hepatitis.

Hepatitis seringkali menjadi penyakit kronis karena tidak adanya penanganan terhadap gejala-gejala awal dikarenakan kurangnya pengetahuan akan gejala dan juga bahaya hepatitis. Padahal dengan mengetahu gejalanya, kita dapat mendeteksi kemunculan penyakit ini sejak dini, dan bisa segera melakukan tindakan penanganan yang tepat. Pengobatan hepatitis sejak dini membuat potensi kesembuhan dan kebal terhadap virus hepatitis sangat besar.

Minimnya pendidikan atau penyuluhan tentang penyakit hepatitis membuat orang acuh. Hal itu jelas sangat disayangkan, karena dalam dunia medis, hepatitis dikenal sebagai cikal-bakal dari berbagai penyakit hati seperti sirosis dan kanker hati. Virus hepatitis pun merupakan 1 dari 7 virus yang paling berbahaya di dunia.

Nah untuk itu, mari kita mengenal seperti apa ciri-ciri penyakit hepatitis itu. Seperti inilah ciri-ciri penyakit hepatitis yang harus anda ketahui, di antaranya :

  • Nyeri di ulu hati

Aktivitas virus yang terus menyerang hati membuat potensi hati mengalami luka dan infeksi semakin besar. Ketika virus mulai membuat kerusakan dan melukai hati, maka hati akan terasa nyeri.

  • Mudah lelah

Ketika virus hepatitis menyerang, maka tubuh akan berusaha semaksimal mungkin mengalahkan virus tersebut agar tidak sampai membuat kerusakan pada organ hati. Selain itu, cadangan energi akan digunakan untuk terus meningkatkan sistem imun. Kondisi tesebut membuat penderita hepatitis cepat kehabisan tenaga dan mudah lelah.

  • Mual

Ketika virus hepetitis menyebabkan infeksi pada organ hati, empedu yang merupakan organ paling dekat dengan hati akan terganggu dan memicu produksi asam lambung yang berlebih. Akibatnya, dapat memicu rasa mual dan pusing.

  • Muntah

Mual yang terjadi terus menerus akan membuat penderita hepatitis muntah-muntah. Tapi berbeda dari muntah pada umumnya di mana yang dimuntahkan adalah makanan atau minuman. Sementara muntah karena hepatitis memiliki aroma menyengat dan warna kekuningan mirip cairan empedu dan asam lambung. Bahkan jika sudah parah yang dimuntahkan bisa jadi darah.

  • Nafsu makan berkurang

Kondisi pencernaan yang tidak kondusif membuat penderita hepatitis tidak nafsu makan. Kemudian rasa lemas akan memperburuk kondisi ini sehingga penderita semakin tidak bernafsu untuk makan. Padahal asupan makanan sangat dibutuhkan untuk menghasilkan energi untuk membantu melawan penyakit hepatitis yang tengah menyerang.

  • Kulit, kuku, dan bola mata berwarna kuning

Jaundice atau penyakit kuning adalah tanda paling khas dari penyakit hepatitis. Jika racun hepatitis sudah menyebar ke seluruh bagian tubuh, maka bisa terjadi kegagalan hati dalam menjalankan fungsi menetralisir racun benar-benar parah. Seluruh racun yang seharusnya dicegah menyebar telah merata di seluruh pembuluh darah sehingga mengubah warna alami kulit, kuku, bahkan bagian putih pada mata. Kondisi seperti ini menandakan tingkat hepatitis sudah menghawatirkan.

  • Perut membusung

Jika virus hepatitis mengakibatkan kerusakan organ hati yang menghasilkan infeksi, maka organ hati akan luka dan membengkak. Pembengkakan hati ini akan membuat perut kanan atas jadi terlihat membusung dan berwarna kekuningan hingga terlihat garis pembuluh darah. Produksi cairan-cairan pencernaan seperti empedu dan asam lambung juga membuat perut sangat membusung sedangkan tubuh penderita kurus.

  • Urin berwarna gelap dan pekat

Hati merupakan salah satu bagian dari sistem ekskresi. Dan urin adalah salah satu zat-zat yang harus dikeluarkan. Urin orang yang sehat harusnya berwarna kuning kecoklatan jernih dan encer seperti air. Namun infeksi virus yang menimbulkan masalah pada organ hati membuat hati tidak mampu memfilter, sehingga ada zat-zat yang ikut dikeluarkan bersama urin. Akibatny urin menjadi pekat dan berwrna gelap.

  • Feses keras

Penderita hepatitis umumnya akan mengalami masalah pencernaan, salah satunya adalah fesesnya bertekstur sangat keras. Komplikasi masalah ekskresi dan pencernaan serta mungkin pengaruh dari obat-obatan yang dikonsumsi dapat menjadi penyebab feses penderita hepatitis menjadi keras.

  • Pusing

Saat organ hati mengalami kerusakan, maka racun yang harus dinetralkan hati akan terus terikut di dalam darah. Darah yang mengandung racun dan zat-zat berbahaya terus beredar ke seluruh tubuh. Ketika sampai di kepala, darah tersebut akan membuat rangsangan pada sistem saraf di kepala yang dianggap sebagai masalah. Akibatnya akan merasa pusing atau sakit kepala.

Sementara itu ciri-ciri atau gejala lainnya yang sering muncul dari penyakit hepatitis ini di antaranya adalah :

  • Berat badan menurun.
  • Nyeri di persendian.
  • Nyeri otot.
  • Diare.
  • Luka sulit kering.
  • Gangguan penglihatan.
  • Muncul ruam di kulit.
  • Kaki dan tangan bengkak tanpa sebab.
  • Gejala menyerupai sakit flu.
  • Anemia.
  • Mudah memar.
  • Depresi.

Jadi, Seperti Apakah Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis Itu? Semuanya sudah disampaikan dalam bahasan di atas. Nah, jika anda mengalami hal serupa dengan gejala atau ciri-ciri hepatitis di atas, segera anda periksakan ke dokter untuk memastikannya, agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat juga.

Semoga informasinya bermanfaat dan membantu, aamiin.

Posted by : Admin CARA MENGHILANGKAN BERCAK PUTIH

 

Baca artikel menarik lainnya :

Waspadalah Dengan Ciri-Ciri Penyakit Tumor Otak!
Waspadalah Dengan Ciri-Ciri Penyakit Tumor Otak!

Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Leukimia Pada Anak?
Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Leukimia Pada Anak?

Bagaimana Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah?
Bagaimana Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah?

Ciri-Ciri Seseorang Menderita Penyakit Bronkitis
Ciri-Ciri Seseorang Menderita Penyakit Bronkitis

Adakah Makanan yang Bisa Menyebabkan Kista Ovarium?

Waspadalah Dengan Ciri-Ciri Penyakit Tumor Otak!

Waspadalah Dengan Ciri-Ciri Penyakit Tumor Otak!

Waspadalah Dengan Ciri-Ciri Penyakit Tumor Otak! Anda harus tau gejala atau ciri-ciri dari penyakit tumor otak, agar anda bisa mengetahui kehadirannya dan bisa segera melakukan tindakan sigap dengan memeriksakannya untuk memastikannya, supaya anda juga bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Waspadalah Dengan Ciri-Ciri Penyakit Tumor Otak!

Tumor otak adalah pertumbuhan sel-sel abnormal di dalam atau di sekitar organ otak yang sulit dikontrol oleh tubuh manusia. Tumor yang membesar di otak akan mendesak jaringan di sekitarnya. Pendesakan inilah yang akan menyebabkan berbagai gejala yang dirasakan oleh penderita tumor otak. Dan tumor otak ini dapat menyerang siapa saja, namun sebagian besar kasusnya terjadi pada orang dewasa.

Ada bermacam-macam jenis tumor otak yang dibedakan ke dalam dua kelompok berdasarkan perkembangannya, yaitu tumor jinak (tidak bersifat kanker) dan tumor ganas (bersifat kanker). Tumor yang tumbuh di otak dikenal dengan istilah tumor otak primer, sedangkan tumor yang tumbuh di bagian lain dari tubuh dan menyebar hingga ke otak disebut dengan tumor otak sekunder atau metastatik.

Tingkatan tumor otak terbagi dari tingkat 1 hingga tingkat 4. Pengelompokan ini didasari oleh perilaku tumor itu sendiri, seperti lokasi tumbuhnya tumor, kecepatan pertumbuhan, dan cara penyebarannya. Tumor otak yang tergolong jinak dan tidak berpotensi ganas berada pada tingkat 1 dan 2. Sedangkan pada tingkat 3 dan 4, biasanya sudah berpotensi menjadi kanker dan sering disebut sebagai tumor otak ganas atau kanker otak.

Karena tumor otak ini berbahaya dan mematikan, tentu kita harus waspada dengan kemunculan penyakitnya. Mengetahui gejalanya pun menjadi hal yang penting bagi ketika, sehingga kita bisa waspda terhadap ciri-ciri penyakit tumor otak ini. Dan berikut ini adalah beberapa ciri-ciri yang patut diwaspadai sebagai gejala tumor otak, di antaranya :

Sakit kepala

Sakit kepala merupakan gejala yang umum dikeluhkan oleh penderita tumor otak. Sakit kepala terjadi akibat pertumbuhan jaringan otak yang terus-menerus dan mendesak jaringan di sekitarnya. Desakan ini akan menekan jaringan yang sensitif dan kaya reseptor nyeri, seperti lapisan selaput otak. Intensitas sakit kepala dapat semakin meningkat seiring dengan pembesaran tumor.

Kejang

Pertumbuhan jaringan otak dapat mendesak jaringan di sekitarnya dan menyebabkan berbagai gejala, salah satunya adalah kejang. Kejang terjadi karena keberadaan tumor di tengah jaringan normal otak, membuat metabolisme otak terganggu dan mencetuskan aliran elektrik yang abnormal.

Gangguan penglihatan

Gangguan penglihatan merupakan salah satu gejala tumor otak, khususnya tumor otak yang menekan saraf penglihatan. Mengapa bisa? Otak diibaratkan sebagai ‘mesin’ pengatur tubuh manusia, karena itu kerusakan pada otak dapat menyebabkan berbagai gangguan fungsi organ. Gejala-gejala lain yang dapat dikeluhkan oleh penderita tumor otak adalah gangguan pendengaran, gangguan koordinasi tubuh, dan gangguan bicara.

Mual dan muntah

Penderita tumor otak juga dapat mengeluhkan mual dan muntah. Hal ini terjadi karena pusat mual terletak pada medulla oblongata, yang dapat tertekan oleh adanya tumor otak.

Waspadalah Dengan Ciri-Ciri Penyakit Tumor Otak! Jika anda mengalami satu-dua gejala yang seperti disebutkan di atas, jangan cemas dulu, namun anda tetap harus waspada. Segera temui dokter dan periksakan kondisi anda! Ingatlah, semakin dini tumor otak terdeteksi, maka kemungkinan sembuh dari penyakitnya juga lebih besar!

Posted by : Admin CARA MENGHILANGKAN BERCAK PUTIH

 

Baca artikel menarik lainnya :

Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Leukimia Pada Anak?
Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Leukimia Pada Anak?

Bagaimana Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah?
Bagaimana Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah?

Kenalilah Ciri-Ciri Aneurisma Aorta Berikut Ini
Kenalilah Ciri-Ciri Aneurisma Aorta Berikut Ini

Ciri-Ciri Orang Yang Menderita Penyakit TBC
Ciri-Ciri Orang Yang Menderita Penyakit TBC

Apakah Penderita Kista Ovarium Masih Bisa Hamil?

Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Leukimia Pada Anak?

Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Leukimia Pada Anak?

Ketahuilah bahwa leukimia atau leukemia (kanker darah) bisa terjadi pada anak-anak. Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Leukimia Pada Anak? Berikut ini akan kita bahas mengenai ciri-ciri penyakit leukemia yang sering terjadi pada anak. Simak pembahasannya berikut ini!

Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Leukimia Pada Anak?

Leukemia atau kanker sel darah putih adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada anak-anak dan remaja. Sel-sel darah putih abnormal terbentuk di sumsum tulang, menyebar melalui aliran darah dan mendesak sel-sel sehat. Hal ini meningkatkan risiko tubuh untuk terkena infeksi dan masalah lainnya.

Meskipun berat jika anak anda terkena kanker, anda perlu mengetahui bahwa kebanyakan anak-anak dan remaja penderita leukemia dapat berhasil disembuhkan. Lalu bagaimana ciri-ciri leukemia yang terjadi pada anak? Berikut ini penejalasannya.

Mimisan

Ciri umum dari kondisi leukemia pada anak adalah mimisan. Di mana ini adalah bentuk pendarahan maupun luka yang tak kunjung membaik. Karena kondisi darah yang tak seperti normalnya di mana trombosit di dalam tubuh anak mengalami penurunan kadar, yakni tak dapat membeku secara wajar, maka mimisan yang dialami anak bisa dialami dalam waktu lama.

Tubuh kelelahan

Tidak melakukan aktivitas yang terlalu banyak namun tubuh merasakan lelah terlalu mudah juga patut dicurigai. Anak-anak yang biasanya aktif dan ceria namun kemudian mudah pucat dan cepat lelah harus anda periksakan ke dokter. Bisa jadi ini berkaitan dengan anemia yang masih juga ada hubungannya dengan leukemia.

Kulit pucat

Pucatnya kulit, terutama wajah anak kemungkinan besar pun menjadi salah satu tanda bahwa si kecil mengidap penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah. Kulit pucat bisa berasal dari kondisi anemia, namun ingat juga bahwa anemia juga dapat menjadi tanda leukemia.

Anemia

Kondisi kurangnya sel darah merah yang juga merujuk pada kondisi bernama anemia adalah salah satu gejala umum dari kanker darah atau penyakit leukemia pada anak. Saat sel-sel darah putih terproduksi secara berlebih pada sumsum tulang, otomatis jumlah sel darah merah pun menurun dan memicu anemia.

Nafas cepat

Ciri leukemia lainnya pada anak yang patut diwaspadai oleh para orang tua adalah nafas yang berubah cepat mengikuti gejala memucatnya kulit si kecil. Hal ini bisa jadi karena penurunan kadar sel darah merah dalam tubuh.

Sesak nafas

Tak hanya merujuk pada kondisi penyakit asma, sesak nafas pun dapat berhubungan dengan kondisi leukemia. Penimbunan sel leukemia pada area kelenjar bawah leher itulah yang menyebabkan kesulitan bernapas pada anak. Ciri yang satu ini termasuk ciri yang paling serius sehingga harus segera menghubungi atau menemui dokter ahli darah.

Demam

Demam juga menjadi kondisi paling umum yang menandakan seorang anak tengah menderita penyakit leukemia. Pada umumnya, demam pada anak yang menderita leukemia terjadi di pagi hari dan malam hari.

Kejang

Ciri yang sudah teramat serius dan perlu segera menemui dokter adalah saat rasa sakitnya sudah tak tertahankan di seluruh bagian tubuh. Ketika seorang anak sudah tak tahan lagi, maka sebagai bentuk menahan rasa sakit, tubuhnya akan mengalami kejang dan bahkan berisiko mengalami kehilangan kesadaran.

Nyeri perut

Penderita leukemia khususnya anak-anak biasanya juga mengalami nyeri di perut. Perut terasa sakit ketika terjadi penimbunan sel leukemia pada bagian ginjal, hati hingga organ limpa yang pada akhirnya menjadi bengkak karena meradang.

Tidak nafsu makan

Berlanjut dari rasa sakit perut yang cukup mengganggu, nafsu makan anak bisa saja menurun. Dan ketika selera makan anak menurun drastis dan terus berkelanjutan, maka sang anak mungkin akan mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Bengkak

Pembengkakan juga bisa menjadi ciri umum dari anak yang menderita leukemia karena penimbunan sel leukemia di kelenjar getah bening. Pembengkakan dapat muncul di area pangkal paha, ketiak, sekeliling leher hingga bagian perut dan dada yang memang seharusnya diperiksakan. Pemeriksaan MRI atau bahkan CT scan kiranya dapat ditempuh supaya mampu memperjelas diagnosa.

Nyeri sendi

Produksi leukosit atau sel-sel darah putih saat leukemia terjadi, meningkat secara tak terkontrol. Ini menyebabkan penimbunan sel-sel darah putih di bagian sumsum tulang sehingga memicu nyeri sendi, khususnya di bagian bawah tulang punggung karena timbulnya radang juga.

Infeksi

Perlu diketahui bahwa leukosit berperan besar dalam mencegah sekaligus melawan infeksi, namun dengan pertumbuhan yang tak normal dan tak terkendali, fungsi tersebut juga ikut terganggu. Hal ini kemudian menjadi penyebab penderita leukemia mudah terkena infeksi bakteri maupun virus dan tak kunjung sembuh.

Jadi Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Leukimia Pada Anak? Semuanya sudah dijelaskan dalam pembahasan di atas. Untuk itu, bagi para orang tua yang anaknya mengalami hal serupa dengan gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk memastikan kondisi anaknya apakah terkena leukemia atau tidak.

Semoga informasinya bermanfaat dan membantu, aamiin.

Posted by : Admin CARA MENGHILANGKAN BERCAK PUTIH

 

Baca artikel menarik lainnya :

Bagaimana Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah?
Bagaimana Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah?

Kenalilah Ciri-Ciri Aneurisma Aorta Berikut Ini
Kenalilah Ciri-Ciri Aneurisma Aorta Berikut Ini

Waspadai Ciri-Ciri Kanker Serviks Berikut Ini !
Waspadai Ciri-Ciri Kanker Serviks Berikut Ini !

Ciri-Ciri Terkena Penyakit Demam Berdarah
Ciri-Ciri Terkena Penyakit Demam Berdarah

Anda Menderita Kista Ovarium? Waspadai Minum Kopi!

Bagaimana Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah?

Bagaimana Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah?

Siapa yang tak kenal penyakit paru-paru basah? Salah satu penyakit berbahaya yang harus diwaspadai. Lalu Bagaimana Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah? Mari kita cari tau bersama dalam pembahasan berikut ini!

Bagaimana Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah?

Paru-paru basah adalah penumpukan cairan di lapisan luar paru-paru. Dalam istilah kedokterannya, paru-paru basah dikenal dengan nama efusi pleura. Paru-paru basah dapat disebabkan oleh berbagai penyebab seperti penyakit TB paru, gagal jantung, infeksi paru, gagal ginjal, tumor paru, dll.

Gejala paru-paru basah tergantung dari banyak sedikitnya cairan yang menupuk pada lapisan luar paru-paru tersebut. Jika jumlah cairan banyak, anda dapat merasakan sesak nafas dan batuk. Jika terjadi infeksi pada selaput luar paru paru, maka anda juga dapat merasakan nyeri pada bagian dada. Dan berikut ini adalah ciri-ciri dari penyakit paru-paru basah yang sering muncul, di antaranya :

  • Sakit dan terasa berat pada bagian dada sehingga dapat menyebabkan sesak nafas
  • Terserang demam ringan hingga berat yang mencapai 40 derajat celcius
  • Mengalami batyuk kering yang terkadang diikuti dengan cairan darah
  • Otot otot tubuh terasa pegal dan timbul nyeri
  • Perut sakit, Merasa mual mula dan keinginan untuk muntah
  • Detak jantung dan nafas relatif lebih cepat
  • Kulit pucat membiruketika kondisi paru paru tidak mendapat pasokan oksigenn yang memadai
  • Merasa gelisah dan bingung sehingga menyebabkan tidak dapat berkonsentrasi

Gejala lainnya dari paru-paru basah tergantung pada penyebab paru-paru basah itu sendiri. Jika anda merasakan gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk dapat memastikannya. Dokter akan mewawancari anda untuk menemukan gejala lainnya serta mencari penyebab paru-paru basah yang anda alami serta melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan rontgent paru untuk memastikan diagnosis.

Jika cairan dalam paru-paru anda cukup banyak, dokter akan melakukan pengeluaran cairan dengan penyedotan cairan paru-paru atau melalui selang khusus. Selanjutnya cairan yang keluar tersebut akan diperiksa. Pemeriksaan cairan paru-paru tersebut dapat menentukan kemungkinan penyebab cairan paru-paru tersebut sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai dengan penyebab paru-paru basah yang anda alami.

Jadi Bagaimana Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah? Semuanya sudah dijelaskan dalam pembahasan di atas. Dan penting bagi kita untuk mengenali ciri-ciri penyakit paru-paru basah yang sudah disebutkan di atas. Karena dengan mengenali ciri-ciri atau gejala paru-paru basah, maka kita bisa segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebelum kondisinya bertambah parah.

Posted by : Admin CARA MENGHILANGKAN BERCAK PUTIH

 

Baca artikel menarik lainnya :

Kenalilah Ciri-Ciri Aneurisma Aorta Berikut Ini
Kenalilah Ciri-Ciri Aneurisma Aorta Berikut Ini

Waspadalah Dalam Mengenali Ciri-Ciri Penyakit Usus Buntu
Waspadalah Dalam Mengenali Ciri-Ciri Penyakit Usus Buntu

Ciri-Ciri Seseorang Menderita Penyakit Bronkitis
Ciri-Ciri Seseorang Menderita Penyakit Bronkitis

Ciri-Ciri Orang Yang Menderita Penyakit TBC
Ciri-Ciri Orang Yang Menderita Penyakit TBC

Bagaimana Tanda-Tanda Kista Ovarium Pada Wanita?